Hati-hati penggunaan Bawang Merah untuk Bayi yang demam

Bawang merah untuk bayi yang demam

Hai Moms... aku mau share pengalaman yang menurutku teramat sangat penting. Jangan sampai salah bertindak daripada menyesal, sama seperti yang aku pernah alami, hiks...

Moms tentu sering dengar tentang ampuh-nya bawang merah sebagai penangkal demam. Bawang merah biasanya dilulurkan di badan (kadang sekalian badan dikerik). Ini prosedur pengobatan tradisional yang sudah populer di Indonesia. Namun, melulurkan bawang merah ke badan bayi berumur kurang dari 1 tahun, ternyata bisa berakibat buruk buat si bayi...

Bawang merah untuk obat demam si bayi
Bawang merah untuk obat demam si bayi...

Malam itu bayi-ku demam dan nangis dahsyat. Udah dikompres dan diberi obat penurun panas (Tempra) tapi esok paginya suhunya malah naik dan mencapai 39,3 celcius. Dia terlihat lemas sekali, tidak mau ketawa dan main. Aku yang sebagai ibu baru, tentu panik... tapi semua orang bilang ini biasa, karena menjelang usia 6 bulan keatas, biasanya bayi mulai tumbuh gigi, dan memang demam itu pengaruh dari tumbuhnya gigi pada si bayi.

Tapi saat suhu sudah diatas 39 derajat, aku mulai kuatir baby-ku bisa kejang/step. Dia pun jadi sangat rewel, panasnya naik turun, jadi aku putuskan bawa ke Dokter Anak saja. Aku bersyukur banget aku bawa dia ke dokter, karena setelah diperiksa, anakku bukan hanya tumbuh dua gigi di bagian bawah, dia juga terkena radang tenggorokan. Kata dokter tenggorokannya merah sekali, kemungkinan besar karena pengaruh tangan atau mainan yang dimasukkan ke mulut (mungkin karena mulut terasa gatal, baby-ku jadi suka gigit-gigit apapun yang dia pegang) jadi bakterinya masuk dan tenggorokannya terkena infeksi. Dokter meresepkan antibiotik yang berupa bubuk racikan untuk 5 hari. Kasian banget kan bayi-ku yang masih 9 bulan udah harus minum antibiotik huhuhu....

Keesokan harinya (hari ke-3 demam), demamnya masih naik turun dan mencapai 39 derajat lagi. Aku panik, dan karena aku tinggal sama mertua, mertua menganjurkan si baby untuk dibaluri bawang merang dan minyak, yang konon katanya bisa membuat badan berkeringat dan menurunkan suhu tubuh. Kalian semua pasti juga udah familiar banget kan dengan pengobatan tradisional ini yang udah dilakukan dari zaman dulu? Sebenarnya aku agak ragu, tapi aku ingat mamaku sendiri juga pernah melakukan ini. Apalagi orang-orang di rumah mertua juga bilang kalau metode bawang merah sangat efektif...

Malahan mereka menyarankan pakai cuka juga (udah kayak mau masak aja huhuhu...). Aku yang panik dan bingung, ya pasrah aja deh, yang penting anakku demamnya turun... Jadi nih bawang merahnya diiris and digeprek, banyak loh, aku liat kayak 1 piring kecil sambal. Katanya dicampur minyak telon, minyak kayu putih, dan cuka, OMG... Bayiku diurut-urut pakai racikan bawang merah itu, seluruh badan Mom, sampai kepala juga, dan memang benar sih sangat berkeringat dan suhunya turun. Logikanya sih ya iyalah, karna panas gitu bawang merah, pedes lagi... Hari itu diurut sampai dua kali, aku nya iya-iya aja lagi, saking udah pasrah lihat dia demam (ini jangan dicontoh yah Moms...).

Esok paginya lagi (hari ke-4), demam sudah reda, suhu tubuhnya normal. Tapi anakku masih sangat rewel dan lesu sekali. Aku pikir ini proses penyembuhan jadi aku mencoba tenang, lagipula dia sudah mulai bisa ketawa. Tiba-tiba malam hari saat mau tidur, anakku menangis meronta-ronta. Membantingkan tubuhnya ke kanan ke kiri sambil menangis menjerit selama hampir 2 jam nonstop, padahal itu aku gendong dan aku ayun terus (kebayang kan Moms pegelnya udah sampai mati rasa deh). Lalu pas mau gantiin baju, aku baru sadar seluruh punggung keluar bercak merah, begitu juga di dada, dan sedikit di wajah. Aku udah parno, aku sempet mikir jangan-jangan Demam Berdarah (DBD) huhuhu... aku telponin dokter-nya namun gak ada jawaban. Akhirnya dia kecapean nangis sampai ketiduran. Lalu ga sampai setengah jam, dia meronta lagi menjerit, seperti orang gak karuan kesakitan merintih tapi sambil merem saking ngantuknya tapi gak bisa tidur. Ini fase paling kasiannya, aku liatnya sampai nangis. Akhirnya tengah malam itu, aku dan suami memutuskan untuk ke Installasi Gawat Darurat (IGD) saja daripada begini, takutnya DBD.

Ruam di seluruh tubuh bayi...
Ruam di seluruh tubuh bayi...

Sampai di IGD, kita ceritain ke dokter kronologi sakit si baby. Setelah melihat ruam di seluruh badan, dokter mengatakan ruam-nya tidak mungkin DBD. Kemungkinan terbesar adalah bayi-ku terkena iritasi kulit. Harusnya jangan pakai bawang merah untuk dilulurkan ke bayi di usia 1 tahun kebawah, karna kulit bayi masih sangat sensitif, apalagi diurut lama. Bayi jadi gatal ekstrim, merasa nyeri dan panas terbakar (HUHUHU menyedihkan banget bayangin ini). Karena dibalurin ke seluruh badan, ya seluruh badan keluar bercak semua. Akhirnya diresepin obat alergi anti gatal namanya TIRIZ DROPS (cetirizine HCl) dengan dosis 0,4ml di malam hari. Aku sendiri saking kasian dia gatal aku juga balurin badannya pakai bedak Salicyl. Lalu sampai dirumah akhirnya dia bisa tidur walaupun masih "gedebak gedebuk" tidurnya, mungkin karena belum terlalu nyaman (tapi ini jauh mendingan dibanding sebelum minum obat dan dibedakin).

Itulah pengalaman aku sama pengobatan tradisional bawang merah. Aku bukan nyalahin pengobatan ini. Orang-orang sekitar apalagi mertua pasti mau yang terbaik, berniat melakukan ini demi kesembuhan si anak, tapi ada baiknya kita mempertimbangkan dengan logika. Pertama, tentu kita tau kulit bayi sangat sensitif, belum seperti kulit orang dewasa. Kedua, bawang merah panas dan pedas. Coba kalau diurut dibalurin terus, terutama yang bayi-nya memang alergian (bayi-ku alergian, kulit suka ruam, bahasa kedokterannya eczema), tentu makin menjadi iritasi kulitnya. Bayangin kita orang dewasa aja kalau alergi gatel-gatel, bisa sampai panas perih, burning sensation gitu. Gimana kalo bayi yang merasakan itu? Jadi jangan sampai ini terjadi sama anak-anak kalian yah Moms... Pertimbangkan dengan bijak kondisi dan usia si bayi, setiap kali ada saran untuk pengobatan yang belum dianjurkan oleh dokter. Perhatikan asupan gizi si baby dan gantilah popoknya dengan teratur... ^_^

Komentar