Kenapa saya memulai blog Perlengkapan dan Popok Bayi

Kenapa saya memulai blog Perlengkapan dan Popok Bayi ini:

Melahirkan seorang bayi adalah salah satu momen yang paling defining untuk setiap perempuan. Terutama bayi pertama. Tante saya bahkan pernah berkata, "wanita itu belum lengkap kalau belum melahirkan."

Setelah bayi saya lahir, rasanya senang sekali bisa menjadi seorang ibu. Lalu mulailah datang semua pertanyaan yang harus saya jawab sebagai seorang ibu. Blog ini adalah tuangan pikiran dan pengalaman membesarkan bayi saya, dan cara saya untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan para ibu lain yang mungkin punya pertanyaan yang sama soal bayi mereka:

Perlengkapan apa saja yang saya butuhkan untuk mengurus si bayi yang baru lahir:

Bayi yang baru lahir membutuhkan banyak sekali perlengkapan. Salah satu perlengkapan bayi yang paling penting adalah ranjang atau tempat tidur bayi. Setelah pulang dari rumah sakit, harus sudah siap tempat tidur bayi. Sebenarnya bisa saja bayi tidur bersama ayah dan ibu di ranjang yang sama, tapi sering kan kita dengar cerita bayi yang tertindih oleh orang tua-nya saat tidur. Maka idealnya, bayi harus ada tempat tidur sendiri:

Tempat tidur bayi ukuran 160cm x 70cm
Ranjang bayi, lengkap dengan kelambu

Kami menyiapkan ranjang bayi ini kira2 tiga bulan sebelum hari H kelahiran. Ranjang bayi ini cukup unik karna bagian tempat tidur bayi bisa di ayun (struktur nya seperti ayunan), jadi bayi serasa digendong saat kita ayun ranjang nya.

Juga dilengkapi dengan kelambu nyamuk, 3 mainan bayi berbentuk boneka yang bisa diputar, music box yang bisa dipasang di sebelah ranjang (music box ini punya sekitar 10 lagu, bisa mengeluarkan cahaya warna-warni, dan bisa bergetar).

mainan boneka bayi
Mainan boneka yang bisa diputar2 untuk menghibur si bayi

music box bayi
Music box bayi yang bisa bergetar dan bercahaya warna-warni


Kalo beli ranjang nya di toko perlengkapan bayi, bisa minta tolong untuk di-rakit di toko, lalu dibawa pulang dengan keadaan siap pakai. Tapi anda harus punya mobil dengan bagasi besar untuk bisa membawa ranjang bayi dengan keadaan fully-assembled seperti di foto atas.

Bagi teman2 yang naik motor, atau tidak punya mobil besar, ranjang bayi ini bisa dirakit di rumah. Proses nya tidak rumit2 amat, apalagi untuk ayah yang suka main rakit2an, pasti cepat deh ranjang bayi ini selesai dibangun.

Popok bayi mana yang terbaik 

Salah satu pengalaman paling mengesankan sebagai orang tua adalah saat pertama kali mengganti popok bayi. Ini saya alami saat masih di rumah sakit, saat itu masih didampingi oleh suster dan bidan. Memorable sekali...

Dulu, semua orang menggunakan popok kain untuk mengatasi masalah bayi yang buang air. Setelah terkena kotoran, popok kain bisa dicuci, dijemur, lalu digunakan lagi. Maka orangtua zaman dulu selalu bilang bahwa gantungan untuk cucian popok kain itu bisa banyak sekali karna bayi umumnya buang air setiap beberapa jam.

Kalau sekarang, kebanyakan orang sudah tidak mau pakai popok kain, karna repot harus cuci dan gantung. Sekarang banyak orang memakai popok bayi yang disposable. Sekali pakai langsung dibuang. Popok bayi macam ini sebenarnya baru mulai digunakan sejak tahun 1950-an. Dan popok bayi disposable yang awalnya begitu sederhana, terus menerus dikembangkan dari tahun ke tahun. Bahan nya jadi lebih menyerap cairanan sehungga tidak menyebabkan ruam kulit pada bokong bayi, lalu design-nya ditingkatkan lagi agar terasa lebih nyaman saat dipakai oleh si bayi.

Alhasil, sekarang banyak sekali macam dan ragam popok bayi yang bisa kita pilih saat berkunjung ke toko perlengkapan bayi. Saya sudah mencoba berbagai merk popok bayi, dan saya akan sharing kelebihan dan plus-minus yang saya rasakan dari pengalaman saya di post-post berikutnya,

Komentar