Kesalahpahaman pada masa awal MPASI

Kesalahpahaman para ibu pada masa awal MPASI

Aku yakin semua ibu pasti excited dalam menyaksikan pertumbuhan bayi-nya. Dari mulai pakai popok ukuran NB, lalu ke ukuran S, dan ukuran M. Tak terkecuali saat peralihan si baby yang tadinya hanya minum ASI dan susu formula saja, lalu setelah si baby menginjak umur 6 bulan, baby sudah masuk ke tahap makanan padat atau biasa disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk si bayi
Setelah 6 bulan, bayi bisa mulai diberi makanan padat.

Hal ini juga aku rasakan saat anakku sudah mau mendekati umur 6 bulan, aku mulai mencoba memberi jus alpukat pada anakku (salahnya aku kasih campuran susu coklat). Hiks aku benar-benar minim ilmu MPASI saat itu. Tepat dia 6 bulan, aku coba berikan dia bubur. Mungkin kalau orang zaman dulu, gak ada istilah "puree" satu jenis makanan atau bagaimana. Jadi aku cuma ikutin omongan keluarga, langsung dimasakin bubur tim daging beserta wortel, pakai garam, sedikit kecap ikan, dan sedikit gula. (Ini sumpah jangan dicontoh!). Katanya sih biar si baby merasakan rasa enak dan lahap makannya. Jadi itu berlanjut selama dua minggu.

Karena anakku kalau makan di ruang tamu yang gak ada AC, dan kalau uda makan beberapa suap dia rewel, jadinya dia keringetan banget. Aku kadang lihat pipinya suka merah-merah, aku pikirnya dia kepanasan, atau makannya belepotan jadi pipi bisa merah setiap setelah makan. Malah parahnya aku nih (sumpah aku gak ngerti), kalau anakku udah rewel, aku tetap paksa dia makan, apalagi orangtua bilangnya harus dipaksa, kalau gak makan nanti gizinya kurang. Wahh... makin jadi deh aku maksanya, mau nangis, keringetan, aku akan mengusahakan tetap abis. Terpaksa deh maksa gini, kesannya tega yah, tapi demi anak mau makan jadi kulakuin... Jadi tiap selesai makan anakku nangis dan mukanya merah-merah. Aku cuma pikir kepanasan, selesai makan aku bawa dia ngadem di kamar ber-AC.

Sampai satu hari, dia melakukan aksi GTM/Gerakan Tutup Mulut (istilah ini juga tadinya aku gak tau). Aku stres tuh, kok babyku jadi super ogah makan, kayak stres tiap mau makan. Dipaksa gimanapun dirayu-rayu, diajak main, tetep dia GTM. Lalu juga, pas aku gantiin baju, kok merah-merahnya sampai ke badan. Aku baru curiga dia alergi. Hari itu pas aku lagi chatting sama temen aku, aku cerita soal anakku. Saat itulah mataku baru terbuka... aku baru sadar kalau semua caraku itu salah. Hampir sebulan anakku menderita, ternyata selama ini dia alergi makanan yang aku kasih, yang aku gak tau yang mana, karena aku ga pernah kasih menu single dari awal. Aku baru tau dia alergi, lalu makin dipaksa dia keringetan, makin nangis karena gatal dan perih kulitnya... huhuhu... kasian banget... Sampai saat ini aku masih suka galau kalau kepikiran tengah malam, rasanya aku udah gagal jadi ibu, kok bisa bikin anak menderita begini...

Oke, sekarang aku bahas apa yang seharusnya dilakukan saat awal masa MPASI...
  1. Cobalah dengan menu "puree" dengan hanya satu jenis sayur atau buah terlebih dahulu. Dengan menu single, kita bisa test apakah bayi kita alergi dengan jenis makanan tertentu. Lalu kenapa dimulai dengan sayur atau buah? Karena sayur dan buah lebih minim reaksi alerginya dibandingan langsung ke daging. Catat reaksi anak terhadap makanan, coba dengan menu yang sama selama 2 hari, lihat apa ada reaksi alergi atau tidak. Setelah kita tau apa saja alerginya, baru bisa kita tingkatkan ke jenis makanan lain sesuai pertambahan usianya.
  2. Jangan memaksakan anak untuk makan karena bisa menimbulkan trauma pada anak yang pada akhirnya berujung ke GTM. Kalau bisa beri waktu maksimal 30 menit. Kalau lebih dari itu, jangan paksa anak makan lagi.

Setelah aku terapkan dua hal di atas, anakku mulai suka makan dan gak merah-merah lagi kulitnya. Ternyata anakku alergi buah naga, mentega, keju, ikan teri, hati ayam, telur dan daging ayam negeri. Ini semua baru bisa kita ketahui kalau kita berikan menu single dari awal, ini memang harus sabar dan dicoba diberikan ke anak satu persatu. Efeknya di anakku sih cepet banget, saat di tengah makan, atau paling telat selesai makan, reaksi alerginya langsung keluar. Aku juga sudah ke DSA-nya untuk konsultasi, dan menurut Dokter, caranya memang harus seperti itu, di test one-by-one.

Goodluck Moms!

Komentar